menejemen keamanan informasi

Dalam sebuah masyarakat berbasis informasi saat ini, Informasi telah menjadi asset yang sangat berharga bagi suatu organisasi, baik itu pemerintah maupun swasta. Karena itu informasi menjadi sangat penting untuk dilindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan. Dimana perlindungan informasi ini secara langsung maupun tidak akan menentukan kesuksesan organisasi.

Dengan kata lain manipulasi informasi, pencurian informansi dan serangan terhadap informasi akan berpengaruh terhadap prestasi dan kinerja organisasi.

Manajemen keamanan informasi adalah sub bagian dari manajemen keamanan dengan fokus utama adalah pengamanan informasi. Sedangkan manajemen keamanan komputer dan keamanan TI lebih menitik-beratkan pada sarana dan prasarana yang digunakan untuk pengamanan informasi. Walaupun begitu setiap sub bagian manejemen keamanan ini saling mempengaruhi.

Tugas manajemen keamanan informasi adalah merencanakan keamanan informasi, mengaplikasikannya, memonitor dan melakukan evaluasi.

Pengamanan informasi adalah melindungi informasi dari segala kemungkinan ancaman terhadap informasi yang akan berpengaruh terhadap kinerja dan prestasi organisasi dengan cara meminimalisir kerugian yang dapat ditimbulkan serta memaksimalkan keuntungan dari investasi dan peluang organisasi tersebut.

Dengan menerapkan keamanan informasi, sebuah organisasi dapat menjaga kerahasiaan, integritas dan ketersediaan informasi secara kontinyu. Integritas informasi disini bermakna bahwa informasi tersebut tetap utuh dan tidak mengalami perubahan oleh pihak lain yang tidak berwenang.

Suatu organisasi/instansi perlu mengklasifikasikan informasi yang dihasilkan dan/atau yang diperoleh untuk mendapatkan perlindungan yang sesuai. Klasifikasi informasi ini ditentukan sendiri oleh organisasi tersebut dengan memperhatikan resiko dan keuntungan yang ditimbulkan dari pengolahan informasi tersebut.

Umumnya klasifikasi informasi adalah : umum (bebas), terbatas (dinas) dan rahasia (pribadi).
Ada 3 tehnik melindungi informasi yaitu :

secara fisik misalnya menyimpan dalam suatu ruangan khusus yang dikunci, dalam lemari besi dll;

secara organisasi misalnya menunjuk personil khusus dengan regulasi yang jelas, melakukan pendidikan dan pelatihan masalah keamanan informasi untuk meningkatkan kesadaran karyawan tentang pentingnya pengamanan informasi yang baik, dll; dan

secara logik misalnya dengan menerapkan kriptografi, memasang antivirus dll.

Keamanan informasi sudah seharusnya menjadi perhatian jajaran eksekutif dalam organisasi. Sebab pengguna utama informasi berklasifikasi terbatas dan rahasia adalah para eksekutif tersebut, yang mana keputusan-keputusan strategis organisasi tergantung dari informasi yang berada padanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: